Rindu


    ‘Rindu’, kata yang beberapa kali keluar dalam benak saya akhir-akhir ini. Beberapa hari ini entah kenapa benak saya benar-benar diselimuti oleh kata rindu. Rindu dengan segala suka duka yang dilewati semasa itu. Canda dan tawa yang seakan sulit untuk dilupakan, dan rasa nyaman ketika berada didekatnya. Ehmmm etsss, tapi rindu yang dimaksud bukan rindu dengan yang itu ya, itu lain cerita. Maksud saya, rindu untuk kembali kealam.

   Beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2016 saya sempat nekat untuk menyambangi alam dengan mendaki gunung. Gunung yang saya daki pertama kali bukan main, langsung mendaki Gunung Merbabu. Parah memang, baru pertama kali mendaki gunung, bukannya mencoba mendaki ke gunung yang kecil dulu tapi tak tanggung-tanggung langsung Gunung Merbabu yang tingginya saja sudah mencapai angka 3000 mdpl atau lebih tepatnya 3.145 mdpl. Sok-sokan. Yah begitulah saya, orangnya kadang emang suka nekat.

   Tapi, hal itu menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan oleh saya pribadi. Rasa lelah yang benar-benar menyiksa hingga pada saat itu saya sempat berpikir bahwa cukup kali ini saja saya merasakan dan tidak mau merasakannya lagi, capek banget bray. Haduhhh lagian suruh siapa nekat naik gunung segala, dasar manusia. Tapi tak disangka ternyata saya merasa mengingkari pemikiran saya tentang hal itu. Kangen juga ujung-ujungnya sama rasa capeknya atau bisa dibilang nagih coy pengen naik lagi. Kemakan omongan sendiri lo wid, kocak. Yaa begitulah alam, ngeselin tapi ngangenin.

   Banyak cerita yang ditorehkan ketika kita berbicara tentang alam dan banyak kenangan yang terukir ketika kita menyambangi alam. ‘Racun’ mungkin itu kata yang tepat untuk mengisyaratkannya. Sekali kita terkena, mati sudah kita, seakan alam benar-benar merengut semua jiwa dan raga kita dan kita sebagai manusia merasa benar-benar mati olehnya. Pemandangan yang begitu indah yang akan sangat jarang kita jumpai di kota, udara yang membuat kita hanyut didalamnya, dan suasana yang benar-benar membuat pikiran kita merasa damai. Alam memang selalu menjadi tempat yang tepat untuk menghilangkan penat setelah berhari-hari atau berbulan-bulan menghadapi kehidupan kota yang bisa dikatakan riweh kalau kata orang sunda mah.

   Alam selalu menyajikan sesuatu yang selalu membuat orang mudah untuk jatuh cinta dengannya. Seperti saat pertama kali saya mendaki gunung. Rasa lelah, dehidrasi yang benar-benar menyiksa, nafas yang selalu ngos-ngosan sepanjang pendakian, belum lagi dingin yang benar-benar menusuk hingga ketulang. Seakan tidak membuat kapok diri saya untuk kembali lagi mendaki dan kembali menyatu dengan alam walaupun pada saat itu saya berpikir untuk tidak mau kembali lagi, tapi pikiran itu seakan hanya sebuah fana yang hanya numpang lewat saja. Rindu yang saya rasakan saat ini untuk kembali ke alam akan tetap menjadi rindu yang akan terbayarkan ketika saya kembali ke alam suatu saat nanti. Dan ketika saya kembali, alam akan menyajikan ceritanya sendiri yang lebih menarik.

Komentar

Postingan Populer